Iran 40 Hari Berkabung Usai Khamenei Wafat dalam Serangan AS–Israel, Malaysia & Turki Sampaikan Belasungkawa

SUMBARNOW.ID-Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Media pemerintah Iran juga juga mengumumkan tujuh hari libur nasional sebagai bagian dari periode berkabung resmi negara.

Warga Iran dilaporkan memadati jalan-jalan ibu kota untuk mengikuti upacara berkabung, sementara konflik di sejumlah wilayah masih dilaporkan berlangsung

Khamenei, yang memimpin Republik Islam Iran sejak 1989, tewas pada usia 86 tahun dalam serangan yang menargetkan kompleks kediamannya di Teheran.

Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah pejabat tinggi keamanan Iran serta anggota keluarga dekatnya, termasuk putri, menantu dan cucunya, menurut laporan media yang mengutip sumber pemerintah Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan AS dan Israel yang menewaskan Ali Khamenei. Menurutnya, tindakan tersebut kejahatan besar dan menegaskan bahwa pihaknya akan membalas insiden itu.

“Dewan kepemimpinan sementara telah memulai pekerjaannya…Kami akan terus dengan segenap kekuatan kami di sepanjang jalan yang telah ditetapkan oleh Imam Khameini,” kata Pezeshkian dalam pernyataan video yang direkam dan disiarkan di televisi pemerintah.

Reaksi dari negara lain bermunculan sebagai respons atas serangan AS dan Israel yang menewaskan Ali Khamenei.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Khamenei dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menyebabkan ketidakstabilan serius di Timur Tengah.

Anwar menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran serta menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat menghindari eskalasi lebih lanjut.

Ia juga menyerukan gencatan senjata, perlindungan warga sipil, dan kembali berdialog sebagai upaya meredakan ketegangan.

Anwar menyatakan bahwa pemerintah Malaysia sedang mengambil langkah-langkah untuk melindungi keselamatan warganya di Iran, negara-negara Teluk dan wilayah yang lebih luas, serta akan mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik ini, termasuk risiko terhadap ruang udara dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesedihan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui akun media sosial resminya, Erdogan menyebut kepergian Khamenei sebagai kehilangan besar dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang bersaudara serta mendoakan Allah SWT memberikan rahmat kepada almarhum.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas nama negara dan bangsa Turki dan menegaskan pentingnya stabilitas di kawasan serta menyerukan upaya diplomasi dan penghentian konflik yang tengah berlangsung.

Kematian Khamenei, tokoh yang memainkan peran sentral dalam politik dan agama Iran selama beberapa dekade, telah memicu reaksi internasional yang luas.

Sejumlah negara lainnya seperti Rusia, China, dan Korea Utara mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional serta meminta konflik dihentikan untuk mencegah meluasnya konfrontasi militer dan dampak terhadap keamanan serta stabilitas regional yang lebih luas.(*)

TERPOPULER