Jutaan Warga Iran dan Presiden Peringati Hari Al-Quds di Tengah Serangan AS-Israel

SUMBARNOW.ID-Presiden Iran dan jutaan warganya turun ke jalan pada Jumat terakhir bulan Ramadhan, 13 Maret 2026, untuk memperingati International Quds Day atau Hari Al-Quds Internasional. Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan bagi rakyat Palestina serta penolakan terhadap pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Media pemerintah Iran, Press TV melaporkan, aksi massa berlangsung di berbagai kota besar, termasuk ibu kota Teheran. Warga dari berbagai kalangan berkumpul membawa bendera Iran dan Palestina serta menyuarakan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

Peringatan tahun ini berlangsung di tengah serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam dua minggu terakhir.

Aksi Digelar di Ratusan Kota

Aksi Hari Quds hari ini di Iran berlangsung di lebih dari 900 kota serta puluhan kota kecil dan desa. Di Teheran, aksi utama dimulai dari beberapa titik di ibu kota dan berkumpul di University of Tehran. Salah satu lokasi yang dipadati peserta adalah Enqelab Square.

Para peserta aksi membawa bendera Iran dan Palestina serta gambar Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru. Aksi juga diisi pembacaan Al-Qur’an, pidato, serta seruan yang mengecam tindakan militer Israel di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.

Peringatan di Tengah Serangan Militer

Menurut laporan yang disampaikan Press TV, serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran selama dua minggu telah menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka. Sebagian korban berasal dari kalangan sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan pelajar.

Serangan tersebut dilaporkan juga menargetkan berbagai fasilitas, termasuk sekolah, rumah sakit, kantor polisi, dan situs bersejarah.

Di Teheran, peserta aksi tetap melanjutkan kegiatan meskipun terdengar ledakan selama berlangsungnya demonstrasi. “Ketidakadilan akan sirna. Penindasan selalu akan berakhir. Ketidakadilan akan lenyap. Insya Allah, kami akan tetap di sini sampai Israel hancur. Kami mendukung pemimpin kami. Kami datang untuk menyatakan kesetiaan kepadanya,” kata seorang demonstran kepada Al Jazeera.

“Mereka pikir dengan membunuh kami, kami akan takut, dengan menjatuhkan bom di atas kepala kami, kami akan takut. Tidak! Kami berdiri teguh membela negara kami,” kata warga lainnya saat aksi di Teheran.

Pejabat Iran Ikut Aksi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya terlihat menghadiri aksi tersebut. “Para pejabat tinggi Iran bergabung dalam unjuk rasa Hari Al-Quds untuk membantah klaim AS bahwa ‘para pemimpin Iran telah bersembunyi'” tulis Press TV.

Abbas Araghchi mengungkapkan rasa bangga dan terhormat bisa mendampingi rakyat iran dalam aksi ini. “Saya bangga dan merasa terhormat telah mendampingi Rakyat Iran yang Kuat dan Tangguh dalam memperingati Hari Quds Internasional. Rakyat Iran akan SELALU berdiri teguh dan TIDAK AKAN PERNAH gentar menghadapi serangan pengecut,” tulis Abbas Araghchi di platform X.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam pidatonya menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memahami tekad rakyat Iran. Ia menyatakan tekanan terhadap Iran tidak akan melemahkan masyarakatnya.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, juga menyampaikan pernyataan bahwa peringatan Hari Quds telah menjadi momen penting yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina.

Sejarah Hari Quds

Hari Quds merupakan hari internasional tahunan yang digelar untuk menyatakan dukungan terhadap Palestina serta menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Aksi unjuk rasa besar biasanya digelar setelah salat Jumat.

Hari tersebut pertama kali ditetapkan pada 1979 oleh pemimpin tertinggi pertama Iran, Ruhollah Khomeini, tidak lama setelah Revolusi Iran. Penetapan itu dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan menolak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur.

Sejak saat itu, Hari Al-Quds diperingati di berbagai negara dan menjadi simbol dukungan terhadap perjuangan Palestina.(*)

TERPOPULER