SUMBARNOW.ID-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell dari posisinya di dewan gubernur bank sentral jika tidak mengundurkan diri secara sukarela setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026.
Dalam wawancara dengan Fox Business pada Rabu (15/4/2026), Trump meningkatkan tekanan terhadap Powell. Ia menegaskan bahwa langkah pemecatan akan dilakukan jika Powell tetap bertahan.
“Jika dia tidak pergi tepat waktu, saya harus memecatnya. Saya sudah menahan diri untuk tidak memecatnya, tetapi dia akan dipecat,” ujar Trump dalam wawancara tersebut bersama pembawa acara Maria Bartiromo.
Ancaman Dinilai Tidak Sesuai Ketentuan Hukum
Direktur eksekutif Employ America, Skanda Amarnath, menilai ancaman tersebut tidak sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menyebut bahwa upaya Presiden untuk memberhentikan pejabat bank sentral kemungkinan akan menghadapi hambatan hukum, mengingat sebelumnya pemerintah juga menghadapi tantangan dalam upaya pemecatan Gubernur The Fed lainnya.
Proses Pengganti Powell Masih Tertunda
Pernyataan Trump muncul di tengah tertundanya proses konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon pengganti Powell. Sidang konfirmasi Warsh dijadwalkan berlangsung di Komite Perbankan Senat pekan depan.
Namun, kepastian pengangkatan Warsh masih belum jelas. Senator Thom Tillis menyatakan akan menahan proses konfirmasi hingga penyelidikan federal terhadap Powell selesai.
Jika calon tidak disetujui, Powell tetap akan menjabat sebagai ketua hingga pengganti resmi ditetapkan.
Penyelidikan dan Kritik terhadap The Fed
Dalam wawancara tersebut, Trump juga tidak memberikan indikasi bahwa Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, akan menghentikan penyelidikan terkait proyek renovasi gedung Federal Reserve yang dikritik karena pembengkakan biaya.
Sementara itu, Powell menanggapi penyelidikan tersebut sebagai upaya untuk melemahkan independensi bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter.
Ketegangan Soal Kebijakan Suku Bunga
Trump selama ini dikenal mengkritik sikap hati-hati The Fed dalam menurunkan suku bunga. Ia juga mendorong agar memiliki pengaruh lebih besar dalam komposisi dewan gubernur bank sentral, termasuk menunjuk anggota yang sejalan dengan pandangannya.
Dengan potensi masuknya Warsh ke dalam dewan, pemerintahan Trump dinilai dapat memiliki ruang lebih besar dalam memengaruhi arah kebijakan moneter.(*)












