SUMBARNOW.ID – Lionel Messi tak mampu menahan air mata setelah membawa Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Selasa (7/7) malam WIB. Tertinggal melalui gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico, Argentina membalikkan keadaan hanya dalam 14 menit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández untuk memastikan tiket ke perempat final.
Sang kapten mengaku kemenangan dramatis hingga meneteskan air mata tersebut menjadi momen pelepasan beban setelah sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti di babak pertama laga itu.
“Saya rasa ini menjadi kelegaan bagi kami semua. Sejujurnya, saya senang kami berhasil lolos dan dengan cara seperti ini,” kata Messi seusai pertandingan.
Argentina Bangkit dari Tertinggal Dua Gol
Argentina berada dalam tekanan setelah Mesir unggul lebih dulu melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Situasi semakin sulit ketika Mostafa Zico menggandakan keunggulan Mesir pada menit ke-67 sehingga Argentina tertinggal 0-2.
Namun, tim asuhan Argentina tidak menyerah. Kebangkitan dimulai melalui gol Cristian Romero pada menit ke-79 yang membangkitkan semangat tim.
Empat menit kemudian, Lionel Messi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83. Gol tersebut menjadi penebusan bagi sang kapten setelah sebelumnya gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Argentina. Memasuki masa injury time, Enzo Fernández mencetak gol pada menit 90+2 untuk memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengantarkan Argentina ke perempat final Piala Dunia.
Kemenangan dramatis tersebut menjadi salah satu comeback paling mengesankan di turnamen ini, dengan tiga gol tercipta hanya dalam rentang 14 menit.
Messi Akui Sempat Merasa Mengecewakan Tim
Argentina sempat tertinggal 0-2 sehingga berada dalam situasi sulit sebelum bangkit dan membalikkan keadaan dalam waktu 14 menit.
Menurut Messi, keberhasilan tersebut menjadi bukti karakter tim yang tidak pernah menyerah hingga peluit akhir.
“Saat tertinggal 2-0 pertandingan menjadi sangat sulit. Sangat emosional bisa membalikkan keadaan. Kami sangat menderita, tetapi inilah Piala Dunia. Semua pertandingan sama dan semuanya sangat seimbang. Saya sangat bahagia,” ujar pemain bernomor punggung 10 itu.
Messi juga mengungkapkan penyesalannya setelah gagal memanfaatkan tendangan penalti pada pertandingan tersebut.
“Saya merasakan kemarahan yang sangat besar karena gagal mengeksekusi penalti dan cara saya mengambilnya. Saat itu saya merasa telah mengecewakan tim pada momen yang sangat penting,” kata Messi.
Namun, ia bersyukur masih mendapat kesempatan menebus kesalahan dengan mencetak gol penyeimbang.
“Untungnya, pada akhirnya takdir masih menyimpan sesuatu yang istimewa untuk saya dan saya berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Itu menjadi pelepasan beban yang luar biasa sekaligus kebahagiaan besar bagi kami dan para pendukung yang datang memberikan dukungan,” ujarnya.
Messi Puji Mental Pantang Menyerah Argentina
Messi menilai keberhasilan Argentina membalikkan keadaan tidak lepas dari mental bertanding seluruh pemain.
“Seperti yang selalu saya katakan, kelompok ini tidak pernah menyerah dan selalu mencoba sampai akhir. Kami beruntung bisa mencetak gol melalui Cuti di awal kebangkitan sehingga masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan dalam 90 menit,” tutur Messi.
“Apa yang dilakukan tim hari ini sungguh luar biasa. Saya sangat bahagia dan berharap masyarakat terus menikmati permainan kami. Semoga kami bisa terus seperti ini,” lanjutnya.
Tangis Messi setelah pertandingan menjadi simbol kelegaan setelah Argentina memastikan tempat di perempat final melalui salah satu comeback paling dramatis di turnamen tersebut.
Messi Perlebar Keunggulan di Daftar Top Skor
Gol yang dicetak ke gawang Mesir membuat Messi semakin kokoh di puncak persaingan daftar pencetak gol Piala Dunia.
Ia kini unggul atas Erling Haaland dan Kylian Mbappe, sementara Harry Kane membuntuti dengan koleksi enam gol. Mikel Oyarzabal, Ousmane Dembele, Jude Bellingham, dan Quinones sama-sama mengoleksi empat gol.
Romelu Lukaku yang juga lolos ke babak berikutnya mengemas tiga gol, jumlah yang sama dengan Cristiano Ronaldo yang telah tersingkir dari turnamen.
Sementara itu, dua gol Hany untuk Mesir dan gol Borges membuat jumlah gol bunuh diri di Piala Dunia edisi kali ini mencapai 14, menjadi rekor baru.(*)












