SUMBARNOW.ID — Semen Padang FC (SPFC) terkena sanksi administratif berupa pengurangan 1 poin pada awal musim kompetisi 2026/27 terkait perubahan lokasi homebase dari stadion yang tercantum dalam dokumen Club Licensing.
Manajemen menjelaskan, perubahan tersebut terjadi setelah Stadion H. Agus Salim (GHAS) yang sebelumnya harus menjalani renovasi total tidak dapat digunakan sebagai venue utama.
General Manager Semen Padang FC Denny Shulton mengatakan, penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka agar suporter dan masyarakat Sumatera Barat mendapatkan informasi yang jernih, objektif, dan utuh mengenai latar belakang sanksi tersebut.
Menurut Denny, persoalan bermula ketika Stadion H. Agus Salim (GHAS) harus menjalani renovasi total sehingga belum dapat didaftarkan sebagai venue utama.
Di tengah tenggat waktu pendaftaran licensing yang sangat terbatas pada periode tersebut, manajemen Semen Padang FC musim 2025/26 kemudian mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai opsi alternatif.
Langkah tersebut dilakukan agar pemenuhan lisensi klub dapat diselesaikan tepat waktu.
Memasuki musim ini, klub asuhan pelatih Nil Maizar ini melakukan penyesuaian terkait efisiensi operasional dan beban finansial tim.
Penyesuaian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengajukan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengalihkan lokasi homebase ke stadion lain.
Namun, permohonan alih lokasi tersebut tidak dapat disetujui oleh operator liga.
Setelah melalui berbagai pertimbangan demi memberikan kondisi terbaik bagi perjuangan tim, Semen Padang FC kemudian memutuskan Stadion Patriot sebagai kandang untuk mengarungi laga-laga selanjutnya.
Menurut Denny, keputusan tersebut memiliki konsekuensi administratif karena aturan Club Licensing mewajibkan setiap tim bertanding di stadion yang telah didaftarkan sejak awal.
“Langkah penyesuaian lokasi pertandingan dari yang tercantum pada dokumen lisensi periode lalu tersebut secara otomatis berdampak pada penerapan sanksi administratif berupa pengurangan 1 poin,” kata Denny.
Dengan demikian, perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi periode sebelumnya menjadi dasar penerapan sanksi administratif tersebut.
Semen Padang FC menerima keputusan regulasi itu dengan lapang dada sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola kompetisi.
Denny menyebut sanksi tersebut juga menjadi pelajaran berharga bagi klub dalam pengelolaan administrasi ke depan.
Saat ini, fokus seluruh elemen tim tertuju pada persiapan teknis di lapangan. Semen Padang FC berupaya segera menutup defisit poin dan meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan.
Denny menegaskan, penjelasan tersebut diharapkan memberikan gambaran yang utuh kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat mengenai dinamika regulasi administratif yang berdampak pada pengurangan satu poin bagi Semen Padang FC. (*)












