Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Geser Gautam Adani

SUMBARNOW.ID — Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, untuk pertama kalinya menjadi orang terkaya di Asia setelah estimasi kekayaannya mencapai sekitar US$105,5 miliar dan melampaui taipan India Gautam Adani.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index yang dilaporkan pada 17 September 2026, kekayaan Adani berada di sekitar US$104,8 miliar. Dengan demikian, Zhang unggul sekitar US$700 juta.

Zhang adalah pendiri ByteDance, perusahaan teknologi China yang memiliki TikTok. Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada Maret 2019, ketika estimasinya sekitar US$13 miliar.

Dari angka tersebut, kekayaan Zhang kini telah meningkat lebih dari delapan kali lipat. Laporan terbaru yang mengutip Bloomberg juga menyebut pembaruan valuasi ByteDance menambah lebih dari US$12 miliar terhadap estimasi kekayaan Zhang sepanjang September.

Kekayaan Zhang Berkaitan dengan ByteDance

Zhang membangun sebagian besar kekayaannya melalui ByteDance, perusahaan yang didirikannya pada 2012.

ByteDance berkembang dari Toutiao, platform agregasi berita, menjadi perusahaan teknologi global dengan sejumlah produk digital. Bisnis video pendeknya berkembang melalui Douyin di China dan TikTok di pasar internasional.

TikTok kemudian menjadi salah satu produk utama ByteDance dan memperluas jangkauan perusahaan ke pasar global.

Kenaikan valuasi ByteDance menjadi faktor penting dalam perubahan estimasi kekayaan Zhang karena sebagian besar kekayaannya terkait dengan nilai perusahaan tersebut.

ByteDance Perkuat Bisnis AI

Selain bisnis video pendek, ByteDance dalam beberapa tahun terakhir memperluas pengembangan kecerdasan artifisial atau AI.

Produk yang disebut dalam laporan terbaru antara lain Doubao, chatbot AI ByteDance, serta Seedance, teknologi generasi video berbasis AI. Ekspansi tersebut ikut meningkatkan perhatian investor terhadap prospek bisnis teknologi ByteDance.

Pada awal September 2026, ByteDance juga memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$29,6 miliar dari hampir 30 bank. Reuters melaporkan fasilitas tersebut secara resmi diperuntukkan bagi kebutuhan korporasi umum, sementara sumber yang mengetahui transaksi mengatakan dana tersebut terutama akan digunakan untuk investasi terkait AI, termasuk chip AI dan infrastruktur pusat data.

Langkah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan investasi ByteDance untuk mengembangkan bisnis AI. Namun, kenaikan kekayaan Zhang tidak dapat dikaitkan hanya dengan AI karena estimasi kekayaannya tetap terkait dengan keseluruhan nilai kepemilikannya di ByteDance.

Zhang Yiming Salip Gautam Adani

Perubahan posisi Zhang juga terjadi ketika estimasi kekayaan Gautam Adani berada di bawahnya.

Gautam Adani merupakan taipan dan miliarder asal India yang merupakan pendiri sekaligus ketua Adani Group, sebuah konglomerat multinasional besar di bidang infrastruktur, energi, pelabuhan, dan logistik.

Pada pertengahan 2026, Zhang sebelumnya telah naik menjadi orang terkaya kedua di Asia setelah melampaui Mukesh Ambani. Pada Juni, Bloomberg memperkirakan kekayaan Zhang sekitar US$92,8 miliar, sementara Adani masih berada di posisi teratas dengan sekitar US$117,4 miliar.

Dalam perkembangan terbaru, estimasi kekayaan Zhang meningkat hingga sekitar US$105,5 miliar, sedangkan kekayaan Adani berada di sekitar US$104,8 miliar. Perubahan tersebut membuat Zhang untuk pertama kalinya menempati posisi teratas di Asia.

Dari TikTok ke Ekspansi AI

Kenaikan Zhang Yiming ke posisi orang terkaya di Asia menempatkan ByteDance dan perkembangan bisnis teknologinya kembali menjadi perhatian.

Kekayaan Zhang mencerminkan nilai kepemilikannya di ByteDance dan dapat berubah mengikuti perubahan valuasi perusahaan. Karena ByteDance merupakan perusahaan privat, estimasi nilainya tidak bergerak seperti harga saham perusahaan yang tercatat di bursa.

Per 17 September 2026, Bloomberg Billionaires Index menempatkan Zhang Yiming di posisi pertama dalam daftar orang terkaya di Asia dengan estimasi kekayaan sekitar US$105,5 miliar, mengungguli Gautam Adani yang berada di sekitar US$104,8 miliar. (*)

TERPOPULER