SUMBARNOW.ID-Pada 2026, sejumlah tren gaya hidup diproyeksikan berkembang, mencakup penguatan kebiasaan sehat, pembatasan penggunaan teknologi, hingga perubahan cara berwisata. Tren ini digambarkan dalam laporan The Pension Planner, yang menyoroti bagaimana masyarakat menyeimbangkan kehidupan digital dan analog melalui berbagai kebiasaan baru.
Tren “Brain Wealth” sebagai Investasi Jangka Panjang
Konsep kesehatan otak diperkirakan bergeser dari sekadar pencegahan menjadi investasi jangka panjang, disebut sebagai “brain wealth”.
Pendekatan ini menekankan aktivitas mental berkelanjutan, seperti sudoku, teka-teki silang, dan latihan pemecahan masalah.
Dalam tren ini, suplemen dan vitamin yang ditujukan untuk menjaga fungsi otak diperkirakan semakin diminati lebih awal dalam kehidupan, seiring perhatian pada kesehatan mental dan kesejahteraan secara umum.
Digital Minimalism dan Kembali ke Aktivitas Analog
Peningkatan penggunaan kecerdasan buatan mendorong kecenderungan beralih ke digital minimalism atau pengurangan aktivitas digital. Bentuknya antara lain detoks digital, penyederhanaan layar ponsel, serta pembatasan notifikasi.
Sejalan dengan itu, minat pada format retro seperti kaset, CD, dan vinyl diperkirakan terus tumbuh. Aktivitas analog seperti menulis jurnal, merajut, dan fotografi turut diperkirakan semakin digemari.
AI untuk Kebugaran dan “Rewired Wellness”
Di bidang kebugaran, teknologi justru berpotensi meningkat penggunaannya. Aplikasi pemantau tidur dan perangkat berbasis AI membantu menyediakan data waktu nyata terkait kondisi lingkungan, sekaligus memberi rekomendasi personal.
Pendekatan ini juga digunakan untuk memantau latihan dan pola makan, guna memaksimalkan hasil dan menjaga kesehatan.
Slowcations dan Perjalanan Ramah Iklim
Kesadaran terhadap dampak perubahan iklim memengaruhi pola wisata. Konsep “slowcation” menekankan perjalanan lebih lama, interaksi dengan komunitas lokal, serta perjalanan yang lebih mindful.
Praktik ini mencakup pertimbangan jejak karbon, pilihan akomodasi berkelanjutan, dan kunjungan di luar musim ramai untuk mengurangi tekanan pariwisata.
Glowcations: Liburan untuk Kualitas Hidup
Tren “glowcation” menawarkan liburan yang berfokus pada peningkatan kualitas diri. Pilihan yang muncul antara lain spa dengan layanan uji kesehatan, retret yang menitikberatkan umur panjang, hingga program immersion di alam.
Hotel dengan konsep tidur juga menjadi opsi bagi wisatawan yang mengutamakan pemulihan dan istirahat.(*)


