Avatar: Fire and Ash Kuasai Box Office Natal 2025, Cameron Tahan Sekuel 4 dan 5

SUMBARNOW.ID-James Cameron menyampaikan sikap hati-hati mengenai masa depan saga Avatar saat tur promosi Avatar: Fire and Ash, meski jadwal Avatar 4 dan Avatar 5 sudah ditetapkan Disney, dengan menegaskan bahwa keberlanjutan proyek akan ditentukan oleh kinerja bisnis setiap film.

Sejak dimulainya tur promosi Avatar: Fire and Ash, penulis dan sutradara James Cameron menahan pembahasan soal sekuel berikutnya. Padahal, Disney sudah menempatkan jadwal lanjutan di kalender rilis.

Avatar 4 — sebagian kecilnya sudah direkam bersama produksi film kedua dan ketiga — dijadwalkan tayang pada 2029. Avatar 5 direncanakan menyusul pada 2031.

Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly pada awal Desember, Cameron menyampaikan: “Saya tidak tahu apakah saga ini berlanjut melewati titik ini. Saya harap begitu. Tetapi, Anda tahu, kami membuktikan kasus bisnis itu setiap kali kami merilis film.”

Ia menegaskan akan membuka isi rencana cerita jika dua film terakhir tidak jadi diproduksi. “Jika kami tidak bisa membuat 4 dan 5, karena alasan apa pun, saya akan menggelar konferensi pers dan memberi tahu apa yang seharusnya kami lakukan.”

Gagasan Novel dan Tantangan Minat Baca

Cameron juga menyebut kemungkinan menuliskan saga Avatar dalam bentuk novel, karena banyak detail latar yang telah dikembangkan untuk para karakter.

“Ada begitu banyak budaya, latar belakang, dan detail lateral dalam karakter-karakter ini yang sudah dipetakan. Saya ingin melakukan sesuatu pada tingkat detail sedemikian itu.”

Namun, ia menilai tantangan ada pada minat baca. “Tidak ada model bisnisnya lagi. Orang-orang tidak membaca.”

Pernyataan itu merujuk pada studi dari University of Florida dan University College London, yang menyebut penurunan 40 persen warga Amerika yang membaca untuk hiburan.

Box Office Natal Dorong Performa Fire and Ash

Sementara itu, pada Natal 2025 terbukti menjadi momentum bagi bioskop, dengan penonton kembali ke Pandora dan judul baru lainnya. Menurut laporan Variety, Avatar: Fire and Ash meraih 24 juta dolar AS pada hari Natal, menempati posisi nomor satu dan memperkuat performanya hingga akhir tahun.

Film ini sebelumnya membuka penayangan dengan 88 juta dolar AS pada pekan pertama, dan diproyeksikan meraih 75–80 juta dolar AS selama akhir pekan libur Natal empat hari. Sebagai perbandingan, Avatar: The Way of Water mencatat 29 juta dolar AS pada hari Natal 2022 dan 90 juta dolar AS dalam periode empat hari tersebut.

Secara kumulatif, Fire and Ash telah menghasilkan 153 juta dolar AS di pasar domestik dan 544 juta dolar AS secara global. Film ini dibebani biaya produksi 350 juta dolar AS dan biaya promosi 150 juta dolar AS.

Reaksi Penonton Terbelah

Respons penonton terhadap Fire and Ash terbagi. Hampir semua memuji visual dan pengalaman IMAX, namun sebagian menilai ceritanya mengulang pola film sebelumnya, dengan konflik yang mudah ditebak.

Penilaian penonton berkisar dari menyebut film ini “masterpiece” hingga menilai sebagai “spektakel visual dengan cerita membosankan”.

Beberapa komentar yang mencerminkan beragam respons tersebut seperti dilansir dari IMDb: “Jika kamu menyukai The Way of Water, kamu juga akan menyukai Fire and Ash… setidaknya, ini benar-benar memberikan pengalaman sinema yang luar biasa.” — YouTube.

“Film ini tidak punya momen membosankan… jelas lebih baik daripada The Way of Water… meski arah ceritanya masih terasa sama.” — BookMyShow.

“Tidak banyak hal baru dalam alur ceritanya… satu-satunya hal yang benar-benar menyelamatkan film ini adalah efek visualnya.” — IMDb.

Persaingan: Marty Supreme Buka Kuat

Di posisi kedua, drama komedi pingpong Marty Supreme yang dibintangi Timothée Chalamet membukukan 9,5 juta dolar AS pada hari pembukaan. Disutradarai Josh Safdie, film produksi A24 itu diperkirakan menutup debut liburan di atas 20 juta dolar AS.

Sebelum rilis luas, Marty Supreme mencatat rekor 875 ribu dolar AS hanya dari enam bioskop, menjadi rekor rata-rata layar terbaik tahun ini sekaligus sepanjang masa bagi A24. Dengan dukungan eksposur dan aktivitas promosi, film ini berpotensi meraih pembukaan terbesar A24.

Saat ini, rekor A24 dipegang Warfare karya Alex Garland dengan debut 25,7 juta dolar AS. Marty Supreme diperkirakan akan mengandalkan ulasan positif dan rekomendasi penonton untuk menutup biaya produksi sebesar 70 juta dolar AS.(*)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular