Zohran Mamdani Resmi Jadi Wali Kota New York, Sorot ‘Tax the Rich’

SUMBARNOW.ID-Zohran Mamdani resmi menjabat Wali Kota New York pada Kamis (1/1/2026) melalui dua rangkaian pelantikan—dimulai tepat setelah pergantian tahun di stasiun City Hall dan dilanjutkan upacara publik di tangga Balai Kota—dengan ribuan pendukung yang memadati kawasan tersebut.

Pelantikan publik berlangsung di Balai Kota New York, menyebar hingga plaza sekitarnya. Meski cuaca sangat dingin, puluhan ribu pendukung hadir menyaksikan Mamdani bersama Comptroller Mark Levine dan Public Advocate Jumaane Williams secara resmi mengucap sumpah.

Sumpah awal Mamdani dilakukan sesaat setelah tengah malam di stasiun City Hall, dipandu Jaksa Agung New York State, Letitia James. Ia menggunakan Al-Quran bersejarah milik Perpustakaan Umum New York, serta satu lagi milik kakeknya.

Tokoh nasional seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Bernie Sanders hadir mendampingi. “Ketika pekerja berdiri dan tidak terpecah-belah, tidak ada yang tidak bisa kita capai,” kata Sanders sebelum Mamdani mengucap sumpah.

Pesta tujuh blok dan akses publik

Kota menggelar pesta jalanan sepanjang tujuh blok, berbeda dari format pelantikan yang biasanya dihadiri undangan terbatas. Warga yang mendaftar bisa mencoba masuk meski harus menahan udara dingin dan antrean panjang.

“Ini cara membuka sesuatu yang sebelumnya tidak mudah diakses,” kata analis Demokrat Nomiki Konst kepada Al Jazeera. Beberapa pendukung mengaku menunggu berjam-jam, sementara sejumlah kecil massa berdiri di balik barikade.

Pesan persatuan dan agenda keterjangkauan

Mamdani, Williams, dan Levine menyampaikan pesan persatuan dalam berbagai bahasa. “Kita akan mendekatkan kota ini… jika kampanye menunjukkan kerinduan akan solidaritas, maka pemerintahan ini akan memupuknya.”

Isu utama yang bergema adalah pajak bagi kelompok sangat kaya. Sanders menyatakan, “Menuntut agar kaum kaya dan korporasi besar membayar porsi yang adil bukanlah hal radikal,” diiringi seruan “Tax the rich”.

Salah satu janji Mamdani adalah menaikkan pajak korporasi New York City dari 7,25 persen menjadi 11,5 persen, serta tambahan 2 persen bagi pendapatan di atas US$1 juta—kebijakan yang membutuhkan persetujuan gubernur.

Fokus kebijakan perumahan

Mamdani menegaskan komitmen menahan kenaikan sewa. “Mereka di rumah sewa-stabil tidak lagi takut kenaikan—karena kami akan membekukan sewa,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, ia mengumumkan tiga perintah eksekutif terkait perumahan, termasuk pembentukan dua gugus tugas untuk memetakan lahan kota dan mendorong pembangunan. “Krisis perumahan berada di pusat krisis keterjangkauan kita,” kata Wakil Wali Kota Perumahan dan Perencanaan, Leila Bozorg.

Menurut Bozorg, langkah ini memerlukan kemauan politik dan alokasi sumber daya. “Dan itulah yang jadi komitmennya,” ujarnya.(ajz)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular