Memahami Psikologi Warna, Font dan Gambar untuk Memperkuat Branding Digital

SUMBARNOW.ID-Penggunaan warna, font, dan gambar dalam sebuah konten terbukti memengaruhi cara audiens memproses informasi dan memahami pesan.

Sejumlah data dan studi psikologi visual menunjukkan bahwa elemen visual berperan besar dalam efektivitas branding, penyampaian pesan, hingga keputusan audiens dalam berinteraksi atau membeli produk.

Memahami psikologi visual membantu perusahaan dan kreator konten menyampaikan pesan secara lebih efektif dan membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan audiens.

Artikel ini merangkum temuan-temuan tersebut berdasarkan data dari QuickSprout serta prinsip psikologi visual yang telah digunakan luas dalam industri pemasaran digital, dikutip dari laman Digital Future Times.

Mengapa Visual Sangat Berpengaruh dalam Konten?

Gambar bukan sekadar pelengkap teks. Lebih dari 50 persen kemampuan otak manusia bekerja untuk memproses informasi visual, sehingga konten dengan gambar relevan lebih mudah dipahami dan diingat.

Data kunci yang banyak dirujuk dalam psikologi visual menunjukkan:

  • 90% informasi yang diterima otak bersifat visual.
  • Presentasi dengan visual 43% lebih persuasif.
  • 65% manusia adalah pembelajar visual.
  • 93% komunikasi bersifat nonverbal.
  • Konten dengan gambar relevan memperoleh 94% lebih banyak tayangan.
  • Postingan dengan gambar menghasilkan engagement 180% lebih tinggi.
  • Tweets dengan gambar memperoleh retweet 150% lebih banyak (Buffer).
  • Visual diproses 60.000 kali lebih cepat dibanding teks.
  • Pengguna hanya mengingat 20% dari teks yang mereka baca.
  • Penggunaan infografik meningkatkan trafik rata-rata 12%.

Temuan-temuan tersebut menjelaskan mengapa pemilihan gambar, warna, dan font tidak bisa dilakukan sembarangan dalam strategi branding.

Pemilihan Gambar: Membangun Kesan dan Memperkuat Pesan

Pemilihan gambar yang tepat dapat meningkatkan persepsi, memperkuat emosi, dan mempermudah pemahaman pesan.

Prinsip utama:

  • Gunakan gambar yang relevan dengan pesan.
  • Hindari stok foto generik yang tidak memiliki keterkaitan konteks.
  • Pastikan gaya visual selaras dengan identitas merek.
  • Pertahankan palet warna yang konsisten agar mudah dikenali.

Psikologi Font: Menciptakan Suasana dan Memengaruhi Persepsi

Font merupakan elemen penting identitas visual yang memengaruhi bagaimana audiens merasakan tone dari sebuah pesan.

Karakter psikologis berdasarkan jenis font:

1. Serif
Kesan: otoritas, tradisi, keanggunan.
Contoh: Times New Roman, Georgia, Garamond.

2. Sans Serif
Kesan: modern, bersih, stabil, objektif.
Contoh: Helvetica, Arial, Calibri.

3. Slab Serif
Kesan: kuat, solid, tegas, modern.
Contoh: Rockwell, Museo, Bevan.

4. Script
Kesan: elegan, kreatif, feminin, ramah.
Contoh: Lobster, Zapfino, Pacifico.

5. Modern
Kesan: eksklusif, stylish, cerdas, tajam.
Contoh: Eurostyle, Majoram, Politica.

Perubahan font dapat mengubah emosi yang dirasakan audiens — misalnya tulisan “I love you” akan terasa berbeda jika menggunakan font romantis dibandingkan font bertema Halloween.

Psikologi Warna: Visual yang Menggerakkan Emosi

Warna adalah elemen visual yang paling kuat dalam memengaruhi perilaku dan persepsi.

Makna umum warna dalam branding:

  • Biru: Kepercayaan, keamanan, ketenangan. Sering digunakan sektor keuangan.
  • Hijau: Kesehatan, pertumbuhan, kesejahteraan.
  • Kuning: Optimisme, kreativitas, keceriaan.
  • Oranye: Energi, produktivitas, perhatian.
  • Merah: Urgensi, vitalitas, energi.
  • Merah Muda: Keanggunan, feminin, romantis.
  • Ungu: Imajinasi, ketenangan, intuisi.

Pemilihan palet warna yang konsisten akan membantu audiens mengenali identitas merek secara cepat dan mudah.

Ringkasan: Kunci Mengoptimalkan Visual untuk Branding

Untuk memaksimalkan daya tarik konten:

  • Gunakan gambar yang relevan dan berkualitas.
  • Pilih font yang sesuai karakter pesan.
  • Konsisten dengan warna dan gaya visual.
  • Pertahankan identitas visual agar mudah dikenali.

Memahami psikologi visual membantu perusahaan dan kreator konten menyampaikan pesan secara lebih efektif dan membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan audiens.(*)

BERITA LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular