Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan, Pasar Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

SUMBARNOW.ID-Harga emas menguat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Kamis (14/11), didorong oleh ekspektasi bahwa data ekonomi pasca pembukaan kembali pemerintahan Amerika Serikat dapat memperkuat peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) bulan depan.

Menurut data Reuters, harga spot gold naik 0,2% menjadi US$4.206,64 per ounce pada pukul 11.03 siang waktu setempat atau 23.03 WIB, menyentuh level tertinggi sejak 21 Oktober. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1% ke US$4.211,50 per ounce.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan bahwa para pelaku pasar memperkirakan data ekonomi yang dirilis setelah berakhirnya penutupan pemerintahan akan menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja AS, sehingga mendorong The Fed melakukan setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga pada Desember.

Penutupan pemerintahan AS selama 43 hari, yang menjadi terpanjang dalam sejarah negara itu, resmi berakhir setelah Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan sementara yang disetujui DPR dan Senat. Undang-undang tersebut memastikan pendanaan pemerintah hingga 30 Januari mendatang.

Penutupan tersebut sebelumnya telah menghambat berbagai layanan publik, termasuk keamanan penerbangan dan lalu lintas udara, yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan serta menekan pertumbuhan ekonomi AS. Dengan dibukanya kembali pemerintahan, publik dan pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi penting yang sempat tertunda.

Dalam jajak pendapat Reuters, 80% ekonom memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9–10 Desember mendatang. Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menegaskan bahwa meski suku bunga telah diturunkan pada Oktober, langkah lanjutan tidak dijamin karena masih minimnya data ekonomi terbaru.

Harga logam mulia lainnya bergerak beragam. Perak turun 1,1% menjadi US$52,83 per ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 17 Oktober. Sementara platinum melemah 1,9% ke US$1.585,10 dan palladium turun 1,2% ke US$1.456,50.

Menurut catatan Standard Chartered, korelasi emas terhadap faktor makro seperti dolar AS dan imbal hasil obligasi menurun dalam dua pekan terakhir, menunjukkan pergeseran perhatian pasar terhadap isu struktural seperti pelemahan nilai mata uang dan kekhawatiran atas utang AS.(*)

TERPOPULER