World Gold Council Ungkap Prospek Emas 2026 Usai Rekor 5.000 Ton di 2025

SUMBARNOW.ID-Pada 2025, permintaan emas global mencapai rekor tertinggi lebih dari 5.000 ton, sementara harga emas memecahkan 53 rekor sepanjang masa, menghasilkan nilai total US$555 miliar, menurut laporan World Gold Council pada 29 Januari 2026. Lonjakan permintaan didorong oleh investasi, aktivitas bank sentral, serta pembelian emas batangan dan koin.

Total permintaan emas, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 5.000 ton untuk pertama kalinya. Aktivitas investasi menjadi faktor utama, dengan kepemilikan ETF emas global tumbuh 801 ton, mencatat tahun kedua tertinggi dalam sejarah. Pembelian emas batangan dan koin mencapai level tertinggi dalam 12 tahun.

Pembelian Bank Sentral dan Motivasi Investasi

Motivasi investasi emas didorong oleh fungsi safe-haven, diversifikasi portofolio, dan kenaikan harga emas. Pembelian bank sentral mencapai 863 ton, sesuai batas atas perkiraan 2025, tetap tinggi secara historis meski pertumbuhan melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perhiasan dan Teknologi Emas

Permintaan perhiasan emas menurun akibat harga emas yang beruntun naik. Meski volume turun, nilai global permintaan perhiasan tetap meningkat 18% menjadi US$172 miliar.

Di sektor teknologi, permintaan tetap stabil meski terjadi gangguan pada industri elektronik konsumen. Pertumbuhan terutama didukung oleh aplikasi terkait kecerdasan buatan (AI).

Harga Emas Pecahkan Rekor

Harga emas LBMA (PM) mencatat 53 rekor sepanjang 2025. Harga rata-rata kuartal keempat mencapai US$4.135 per ounce (+55% y/y), sehingga harga rata-rata tahunan menembus US$3.431 per ounce (+44% y/y).

Total pasokan emas meningkat 1%, dengan produksi tambang mencapai 3.672 ton, sedangkan kegiatan daur ulang naik 3% menjadi 1.404 ton, meski respons terhadap kenaikan harga emas dolar AS sebesar 67% relatif kecil.

Permintaan kuartal keempat juga mencatat rekor: 1.303 ton, terdorong oleh arus masuk ETF sebesar 175 ton dan pembelian emas batangan dan koin sebanyak 420 ton.

Pergerakan Spot Gold dan Silver Terkini

Sementara itu berdasarkan data Investing, pada perdagangan Kamis (29/1/2026), spot gold turun tajam setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor hampir US$5.600/oz, terdorong oleh permintaan safe-haven menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan serangan baru ke Iran.

Pada pukul 22:34 WIB, spot gold turun 4,6% ke US$5.166,98/oz, setelah sebelumnya mencapai rekor US$5.595,44/oz. Kontrak berjangka emas April turun 3,1% ke US$5.171,14/oz, sempat mencapai puncak US$5.625,89/oz. Spot silver turun 6,5% ke US$100,02/oz, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$121,65/oz.

Prospek Emas 2026

Tahun 2026, dengan ketegangan geopolitik yang berlanjut, World Gold Council menyampaikan bahwa ETF emas dan pembelian emas batangan serta koin diperkirakan tetap kuat, didukung oleh aktivitas bank sentral yang tinggi. Permintaan perhiasan emas diperkirakan tetap lemah di tengah harga emas yang tinggi.(*)

TERPOPULER