Al Ahli Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Asia Elite 2026, Matthias Jaissle: Ini Momen Bersejarah

SUMBARNOW.ID-Al Ahli Saudi FC sukses menjuarai kembali AFC Champions League Elite 2026 setelah menang 1-0 atas FC Machida Zelvia pada final di Jeddah, Sabtu (25/4/2026).

Pelatih Al Ahli, Matthias Jaissle, menyebut keberhasilan ini sebagai pencapaian bersejarah yang diraih dengan tantangan lebih berat dibanding musim sebelumnya.

Al Ahli mencatat sejarah baru dengan menjadi salah satu klub yang mampu mempertahankan gelar AFC Champions League secara beruntun, menyamai capaian rival sekota mereka, Al Ittihad.

Gol kemenangan dicetak oleh Firas Al Buraikan pada menit ke-96 atau awal babak perpanjangan waktu, setelah pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang bersih.

Jaissle mengaku bangga dengan perjuangan para pemain yang tetap fokus meski menghadapi tekanan tinggi sepanjang turnamen.

“Saya sangat bangga dengan apa yang dicapai tim. Semua pemain menunjukkan komitmen luar biasa sepanjang perjalanan. Tahun ini lebih sulit karena kami harus melewati banyak rintangan,” ujar Jaissle, dikutip dari laman resmi AFC.

Ia juga menggarisbawahi dukungan suporter di Jeddah yang memberi energi tambahan bagi tim untuk mempertahankan gelar di kandang sendiri.

“Menang back to back adalah sesuatu yang historis,” tambahnya.

Namun laga tidak berjalan mudah bagi Al Ahli. Mereka harus menghadapi pertahanan disiplin Machida yang tampil solid sepanjang pertandingan.

Situasi semakin sulit setelah Zakaria Hawsawi mendapat kartu merah akibat pelanggaran di babak kedua.

Meski bermain dengan 10 pemain, Al Ahli tetap mampu memanfaatkan satu momen penting untuk memastikan kemenangan.

Di sisi lain, pelatih FC Machida Zelvia, Go Kuroda, mengakui timnya telah memberikan perlawanan maksimal meski harus mengakui keunggulan lawan.

“Itu adalah pertandingan dengan tekanan mental tinggi bagi kami. Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang, tetapi gagal memaksimalkannya,” ujar Kuroda.

Ia menambahkan bahwa gol yang tercipta terjadi akibat kegagalan timnya mengantisipasi bola-bola liar di area pertahanan.

“Secara permainan kami sudah mengikuti strategi, tetapi perbedaan kualitas di momen penting menjadi penentu,” katanya.

Meski gagal juara di Liga Champions Asia Elite 2026 ini, Machida tetap mendapat apresiasi karena mampu menembus final pada debut mereka di kompetisi papan atas Asia tersebut.(*)

TERPOPULER