SUMBARNOW.ID-Raksasa sepakbola Arab Saudi, Al Ittihad Club, mengusung misi ganda saat menjamu wakil Uni Emirat Arab (UEA), Al Wahda FC, dalam babak 16 besar Liga Champions Asia Elite (ACLE) 2025/26, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Tak hanya ingin menjaga rekor 100 persen selalu lolos dari babak 16 besar, The Tigers juga berambisi memutus tren negatif saat bertemu Al Wahda di King Abdullah Sports City.
Kebangkitan Al Ittihad dan Ambisi Kontinental
Setelah memulai fase liga dengan kurang meyakinkan lewat dua kekalahan beruntun, Al Ittihad menunjukkan performa luar biasa dengan memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir mereka.
Tren positif berupa tiga kemenangan beruntun di akhir fase grup membawa skuad asuhan Sérgio Conceição finis di posisi keempat klasemen.
Dengan peluang mempertahankan gelar Saudi Pro League yang sudah tertutup, juara Asia dua kali ini kini mempertaruhkan seluruh musim mereka di panggung ACLE.
Trofi kontinental menjadi satu-satunya cara bagi Al Ittihad untuk menyelamatkan muka dan memastikan musim 2025/26 berakhir dengan kesuksesan.
Al Wahda: Momok Menakutkan bagi The Tigers
Meskipun Al Ittihad memiliki sejarah kelolosan yang sempurna di babak 16 besar, Al Wahda bukanlah lawan yang mudah. Statistik menunjukkan bahwa wakil UEA tersebut tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Al Ittihad.
Padahal, pada tiga pertemuan awal kedua tim, Al Ittihad sempat mendominasi dengan kemenangan beruntun. Al Wahda, yang finis tepat satu tingkat di bawah Al Ittihad pada klasemen league stage, datang ke Jeddah dengan modal performa domestik yang stabil meski mereka juga sudah keluar dari persaingan gelar juara liga UEA.
Analisis: Rekor 100% Lolos vs Kutukan Head to Head
Al Ittihad tercatat telah enam kali masuk ke babak 16 besar dan selalu berhasil melaju ke perempat final. Sejarah mencatat kemenangan ikonik atas tim-tim besar seperti Al Hilal dan Persepolis. Namun, laga kali ini adalah ujian mental yang berbeda:
Statistik Kandang: Al Ittihad selalu perkasa di Jeddah, terutama dengan dukungan suporter fanatik di King Abdullah Sports City.
Faktor Transisi: Al Wahda terbukti sangat efektif dalam meredam agresivitas Al Ittihad di beberapa pertemuan terakhir.
Laga ini diperkirakan akan menjadi duel taktik yang sengit. Al Ittihad butuh efektivitas maksimal dari lini serang mereka untuk menembus pertahanan Al Wahda yang kerap menyulitkan, sekaligus menjaga tradisi mereka sebagai “tim spesialis babak 16 besar” yang tak pernah gagal melaju ke fase berikutnya.(*)












