AS Sita Kapal Kargo Berbendera Iran di Dekat Selat Hormuz, Teheran Peringatkan Balasan

SUMBARNOW.ID-Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska di dekat Selat Hormuz, Minggu (19/4/2026).

Dikutip dari Al Jazeera, insiden terjadi setelah kapal tersebut diduga mencoba melewati blokade angkatan laut AS. Kapal disetop setelah awaknya menolak perintah berhenti selama lebih dari enam jam.

Presiden Trump mengatakan bahwa kapal Touska diperingatkan oleh kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS di Teluk Oman agar menghentikan perjalanan. Namun, menurut Trump, “awak kapal menolak untuk mendengarkan”.

Angkatan Laut AS kemudian menghentikan kapal itu dengan “membuat lubang di ruang mesin”. Setelah sistem penggerak kapal dilumpuhkan, Marinir AS naik ke kapal dan mengamankan area untuk memeriksa muatan yang dibawa.

Menurut data Marine Traffic, Touska merupakan kapal kontainer berukuran panjang 294,1 meter dan lebar 32,5 meter. Informasi Vessel Finder menunjukkan kapal tersebut berangkat dari Port Klang, Malaysia, delapan hari sebelumnya dan seharusnya menuju Bandar Abbas, Iran.

Militer AS menyampaikan bahwa awak kapal Touska telah diberi beberapa peringatan dalam kurun waktu enam jam pada hari Minggu. Awak kapal disebut melanggar blokade yang diberlakukan Washington.

Militer kemudian “melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 milik kapal perusak USS Spruance” yang diarahkan ke ruang mesin. Pasukan AS naik ke kapal dan kini kapal tersebut berada dalam tahanan AS.

Komando Pusat Militer AS, CENTCOM menjelaskan bahwa setelah peringatan lisan untuk mengosongkan ruang mesin, barulah tembakan diarahkan ke bagian tersebut untuk menghentikan kapal.

Namun, belum ada pernyataan resmi apakah terdapat korban dari pihak Touska atau pasukan AS.

Pada Senin pagi (20/4/2026), komando militer gabungan tertinggi Iran mengatakan AS telah melanggar gencatan senjata yang dicapai awal bulan ini dengan menembaki kapal dagang Iran yang berlayar dari China ke Iran.

“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan oleh militer AS ini,” kata seorang juru bicara Khatam al-Anbiya, dikutip dari Al Jazeera.

Sebelum insiden ini, militer AS mengaku telah menghalau sekitar 25 kapal berbendera Iran yang mencoba keluar atau masuk pelabuhan Iran sebagai bagian dari blokade.

Penyitaan kapal Touska disebut sebagai bentuk peningkatan tindakan penegakan blokade pengiriman barang terhadap Iran.

Pada hari Minggu, para pejabat Iran mengatakan bahwa kapal-kapal tidak akan dapat melewati selat tersebut selama blokade AS – yang diberlakukan sejak 13 April – masih berlaku.

“Tidak mungkin bagi negara lain untuk melewati Selat Hormuz sementara kita tidak bisa,” kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.(*)

TERPOPULER