SUMBARNOW.ID-Kerusakan berat terjadi pada Bendungan Irigasi Air Santok di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengancam pasokan air untuk ribuan hektar sawah di wilayah sekitar bendungan.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, bersama Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, meninjau langsung bendungan pada Rabu (26/11) untuk menilai kondisi terkini.
Dampak Kerusakan Bendungan
Bendungan Air Santok merupakan sumber irigasi utama bagi ribuan hektare lahan pertanian masyarakat. Kerusakan yang terjadi dapat mengganggu pasokan air ke sawah, yang berpotensi menimbulkan kekeringan dan gagal panen. Wakil Wali Kota Mulyadi menegaskan perlunya penanganan segera.
“Hari ini kita berada di Bendungan Irigasi di Desa Air Santok. Ada beberapa kerusakan yang cukup berat, seperti yang kita lihat bersama. Dan ini harus dilakukan penanganan segera,” ujar Mulyadi.
Penetapan Status Tanggap Darurat
Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pariaman telah menetapkan status tanggap darurat melalui Keputusan Wali Kota Pariaman Nomor 188/2025 terkait penanganan bendungan.
Afrizal menambahkan, pemerintah telah mengoordinasikan perbaikan dengan OPD terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pariaman, agar perbaikan darurat berjalan cepat dan aman serta memastikan pasokan air pertanian tetap terjaga.(*)












