SUMBARNOW.ID — Hujan lebat yang melanda Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (14/8/2026) memicu longsor di 17 titik di Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur. Hingga Minggu (16/8/2026), sebanyak 14 titik telah dibersihkan, sementara tiga titik lainnya masih dalam penanganan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Padangpariaman dan hasil survei tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), longsor menyebabkan material tanah menimbun badan jalan dan mengganggu akses transportasi masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis pada Jumat malam langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk mengerahkan alat berat pada keesokan harinya guna mempercepat pembersihan material longsor dan memulihkan akses masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Padangpariaman El Abdes Marsyam menyampaikan perkembangan penanganan kepada Bupati John Kenedy Azis di Rumah Dinas Bupati di Karan Aur, Pariaman, Minggu (16/8/2026).
“Dari 17 titik longsor yang menimbun badan jalan, sebanyak 14 titik sudah kita tangani. Masih tersisa tiga titik di wilayah Nagari Kudu Gantiang Barat yang sedang kita tuntaskan,” ujar El Abdes.
Longsor Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan
Di Nagari Campago, dua titik longsor telah ditangani, masing-masing di ruas Jalan Ajuang–Bukik Caliak dan Jalan Bukik Apik–Olomandi.
Satu titik longsor di Nagari Sikucur juga telah ditangani, tepatnya di atas Jembatan Pulau Air. Sementara di Nagari Sikucur Tengah, penanganan dilakukan pada ruas jalan yang menghubungkan Pulau Air menuju Pulau Batam.
Di kawasan Lambah Kudu, yang berada di perbatasan Nagari Campago dan Nagari Kudu Gantiang sekaligus perbatasan Kecamatan V Koto Kampung Dalam dengan Kecamatan V Koto Timur, terdapat lima titik longsor yang ditangani.
Selanjutnya, tiga titik longsor berada di ruas Jalan Pasar Kudu menuju Sungai Pua Tanjung Mutuih, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur.
Sementara empat titik longsor lainnya berada di ruas Jalan Tigo Jerong menuju Paga Kawek, Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur.
Saat ini, eksavator mini milik Dinas PUPR Padang Pariaman masih dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Salah satu lokasi yang masih dalam penanganan berada di kawasan Lambah Kudu, di perbatasan Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan Kecamatan V Koto Timur.
El Abdes mengatakan, tim tanggap bencana Dinas PUPR terus bekerja di lapangan hingga malam hari untuk mempercepat pembersihan material dan membuka kembali akses masyarakat.
“Tim masih bekerja di lapangan malam ini. Insyaallah, besok tiga titik longsor yang tersisa dapat kita tuntaskan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus berupaya memastikan akses transportasi masyarakat tetap terbuka setelah cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di kawasan rawan longsor.
Warga diminta berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan jalan yang tertutup material longsor maupun potensi bencana lainnya, mengingat hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Padangpariaman.(*)












