SUMBARNOW.ID-Legenda sepak bola Meksiko, Javier “Chicharito” Hernández, memberikan analisis mendalam terkait kesiapan Meksiko di laga pembuka Piala Dunia 2026. Menjelang turnamen bersejarah yang digelar di tiga negara tersebut, mantan striker tajam ini resmi memegang peran baru sebagai analis di Fox Sports.
Menurut Hernández, edisi 2026 akan menjadi salah satu Piala Dunia paling monumental di bawah naungan FIFA. Alih-alih beraksi mengejar gol di lapangan hijau, ia kini ditantang untuk mengulas dinamika taktik, performa pemain, dan peta persaingan turnamen dari balik layar studio.
Peralihan Peran: Dari Striker Menjadi Analis
Hernández menyebut perannya di Fox Sports selama Piala Dunia 2026 sebagai pengalaman baru yang menantang. Ia tidak lagi mengejar gol, melainkan membahas taktik, performa tim, dan jalannya turnamen dari sudut pandang analis.
Menariknya, ia akan bekerja dalam bahasa Inggris—yang ia anggap sebagai peluang besar sekaligus kebanggaan tersendiri sebagai representasi Meksiko di panggung dunia.
Format Baru dan Jadwal Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung mulai Kamis, 11 Juni hingga Minggu, 19 Juli 2026. Edisi kali ini mencatatkan sejarah baru sebagai turnamen pertama yang menggunakan format 48 tim, meningkat signifikan dari 32 tim pada edisi sebelumnya.
Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 dijadwalkan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan. Laga sengit di Grup A ini akan berlangsung pada 11 Juni 2026 pukul 13.00 waktu setempat, atau tanggal 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB, bertempat di stadion legendaris Estadio Azteca, Mexico City, Meksiko.
Secara keseluruhan, total 104 pertandingan akan dimainkan selama 39 hari kompetisi. Seluruh laga bakal tersebar di 16 stadion yang terletak di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Harapan untuk Tim Nasional Meksiko
Menurut Hernández, kunci utama performa Timnas Meksiko di Piala Dunia adalah start yang kuat di pertandingan pertama. Ia menekankan beberapa poin penting, yakni adaptasi cepat terhadap atmosfer turnamen, peningkatan chemistry antarpemain dan konsistensi sejak fase grup.
“Pada pertandingan pertama melawan Afrika Selatan, sangat penting untuk memulai dengan langkah tepat. Harapannya, kami bisa mendapatkan momentum yang sangat bagus dan meraih hasil positif. Skuad ini bisa melangkah sejauh mungkin,” ujarnya kepada FIFA.
Analisis Lini Depan: Jiménez, Giménez, dan González
Sebagai mantan penyerang, Hernández turut menganalisis kualitas lini depan Meksiko asuhan Pelatih Javier Aguirre yang saat ini diisi oleh Raúl Jiménez, Santiago Giménez, dan Armando González.
Ia menilai ketiganya memiliki karakter berbeda namun sama-sama berbahaya di depan gawang. Menurutnya, fleksibilitas menjadi kunci—karena pelatih dapat menyesuaikan formasi dengan kekuatan mereka, baik dengan satu atau dua striker.
“Kita harus melihat apa yang akan diputuskan oleh Javier Aguirre nanti, apakah akan memasang dua penyerang atau hanya satu. Menurut saya, bagian terpenting dari ketiga penyerang yang saya sebutkan tadi adalah mereka dapat beradaptasi dengan sistem apapun yang diputuskan oleh pelatih. Itu adalah atribut yang sangat penting,” katanya.
Javier Aguirre dan Kekuatan Taktik Meksiko
Hernández juga memuji perkembangan pelatih Javier Aguirre yang dinilainya semakin matang secara taktik. Ia menyebut Aguirre sebagai salah satu coach paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Meksiko karena beberapa faktor, yakni struktur permainan yang solid, kemampuan memaksimalkan potensi pemain, dan pengalaman panjang di level internasional.
“Sudah sangat lama sejak saya menjadi pemainnya, yaitu sejak 2010, jadi sekitar 16 tahun yang lalu..Dari sudut pandang saya, dia adalah pelatih Meksiko terbaik dan terbesar sejauh ini dalam sejarah. Pelatih hebat dan pemain hebat harus selalu menunjukkan taji mereka di momen-momen paling krusial dan penting. Semoga mereka bisa menunjukkannya,” jelasnya.
Kenangan Piala Dunia: Gol Bersejarah ke Gawang Prancis
Hernández mengingat debutnya di Piala Dunia 2010 sebagai momen yang tak terlupakan dalam kariernya, terutama saat mencetak gol ke gawang Prancis. Ketika itu, usianya 21-22 tahun.
Ia juga menyinggung warisan keluarganya dalam sepak bola, yang membuat momen tersebut terasa lebih personal dan bermakna. “Kakek saya juga mencetak gol ke gawang Prancis di Piala Dunia 1954, jadi hal itu sangat berarti besar,” katanya.
Sementara itu, ia menilai generasi Meksiko pada Piala Dunia 2018 sebagai salah satu yang paling kuat, bahkan mampu mengalahkan juara bertahan saat itu, Jerman. Sekitar 15 pemain merumput di klub-klub Eropa.
“Saya pikir itu adalah generasi terbaik, dan kami memulainya dengan mengalahkan juara bertahan Piala Dunia, Jerman. Kemudian, mendengarkan lagu kebangsaan Meksiko berkumandang di Moskow. itu adalah momen yang sangat berkesan,” ujarnya.
Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Kebanggaan Besar Meksiko
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola.
Hernández menilai ini sebagai momen bersejarah karena ini akan menjadi Piala Dunia ketiga yang digelar di Meksiko, dia kini terlibat langsung secara profesional bukan hanya sebagai penonton, dan ada nilai historis dari generasi sebelumnya dalam keluarganya.
“Saya belum lahir ketika edisi ’86 berlangsung. Saya telah mendengar banyak cerita dari ayah saya karena beliau terlibat dalam turnamen tahun 1986, dan kemudian kakek saya menyaksikan serta merasakan langsung atmosfer tahun 1970. Sangat istimewa mendengarkan semua cerita itu, dan sekarang, syukurlah, saya akan terlibat langsung – tidak hanya menonton sebagai penggemar, tetapi saya akan bekerja dan terlibat di sekitar Piala Dunia ini. Jadi ini sangat spesial, luar biasa,” tuturnya.
Sorotan Global: Ronaldo, Messi hingga Mbappé
Di luar Meksiko, Hernández juga menyampaikan beberapa cerita besar turnamen ini, termasuk Cristiano Ronaldo yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhirnya bersama Portugal, Lionel Messi bersama Argentina, serta Kylian Mbappé sebagai wajah generasi baru Prancis.
Menurutnya, kombinasi para bintang ini akan membuat Piala Dunia 2026 menjadi salah satu yang paling menarik dan dinantikan dalam sejarah. “Saya bisa menyebutkan banyak pemain dan tim, tetapi yang paling saya nantikan adalah menikmati turnamen ini, dan saya berharap ini akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada,” pungkasnya.(*)












