Jepang Waspadai Potensi Gempa Magnitudo 7–8, China Imbau Warganya Hindari Perjalanan

SUMBARNOW.ID-Setelah gempa magnitudo 7,5 mengguncang lepas pantai timur Prefektur Aomori, Jepang pada Senin (8/12/2025) lalu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan potensi gempa besar bagi warga di sepanjang pantai Pasifik dari Hokkaido hingga Chiba.

Peringatan tersebut berlaku hingga pukul 23.59 waktu setempat Senin mendatang. Gempa tercatat dengan intensitas “upper 6” pada skala seismik Jepang, level kedua tertinggi.

Risiko Gempa Susulan

Fumiaki Tomita, Associate Professor di International Research Institute of Disaster Science, Tohoku University, mengungkapkan bahwa wilayah selatan episentrum gempa Senin (8/12/2025), tepatnya lepas pantai utara Prefektur Iwate, berpotensi diguncang gempa magnitudo 7–8 akibat pergeseran di batas lempeng samudra dan benua di Palung Jepang (Japan Trench).

Seperti dikutip dari Japan Times, Jumat (12/12/2025), Tomita menyebutkan, wilayah utara Iwate masih menjadi satu-satunya area di Tohoku yang belum diguncang gempa besar sejak November lalu.

Sejarah Gempa di Tohoku

Wilayah Tohoku rentan terhadap gempa besar. Pada 1968, gempa magnitudo 7,9 mengguncang Aomori dan menewaskan 52 orang. Pada 1994, gempa magnitudo 7,6 mengguncang selatan utara Iwate dan menewaskan tiga orang. Pada 9 November 2025, gempa magnitudo 6,9 terjadi di selatan wilayah utara Iwate, memicu tsunami setinggi 16 cm di Kota Ofunato.

Tsunami Tercatat di Kuji

Gempa Senin (8/12) memicu gelombang tsunami tertinggi 70 cm di pelabuhan Kuji. Shunichi Koshimura, profesor di lembaga penelitian yang sama, menjelaskan bahwa gelombang tersebut merupakan gelombang kelima, muncul sekitar 90 menit setelah gelombang pertama.

Gelombang tertinggi terjadi saat air surut, 1,5 meter lebih rendah dibanding pasang. Warga diimbau tetap memantau gelombang terbesar yang mungkin datang terlambat.

Peringatan Pemerintah China

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (11/12/2025) menyatakan bahwa warganya sebaiknya menunda perjalanan ke Jepang sementara waktu.

Sejak 8 Desember, sejumlah gempa telah terjadi di lepas pantai timur Pulau Honshu. Otoritas Jepang telah mengumumkan potensi gempa lebih kuat akan melanda wilayah tersebut.

Kementerian China menyebut gempa Senin menyebabkan tsunami dan korban luka, serta lebih dari 100.000 orang diimbau untuk mengungsi.

Sebelumnya, pada November, China juga menunda perjalanan warganya ke Jepang karena alasan keamanan setelah komentar Perdana Menteri Jepang mengenai Taiwan.

Respons Pemerintah Jepang

Wakil Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Sato Kei, menegaskan dalam konferensi pers bahwa pemerintah melakukan segala upaya untuk memberikan informasi akurat dan tepat waktu terkait kesiapsiagaan bencana.

Jepang tetap mendorong pertukaran sektor swasta dan aktivitas bisnis dengan China, serta memantau situasi secara cermat untuk memberikan respons yang tepat.

Imbauan Bagi Warga Tohoku

Warga di kawasan pesisir Tohoku diminta tetap mengikuti arahan resmi terkait mitigasi gempa dan tsunami, mempersiapkan jalur evakuasi, serta perlengkapan darurat.

Gempa Senin menjadi pengingat bahwa kawasan Tohoku tetap rentan terhadap gempa besar dan tsunami akibat aktivitas tektonik di Palung Jepang.(*)

TERPOPULER