SUMBARNOW.ID — Masa depan Julian Alvarez di Atletico Madrid semakin menjadi sorotan setelah penyerang asal Argentina itu mendapat cemoohan dari suporter sendiri dalam laga pembuka kandang La Liga 2026/2027 melawan Villarreal.
Atletico Madrid bermain imbang 2-2 melawan Villarreal pada laga La Liga 2026/2027, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Alvarez mendapat siulan dan cemoohan dari sebagian suporter, sementara Atletico harus bermain dengan 10 pemain sebelum Giuliano Simeone mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-85.
Ketegangan terhadap Alvarez sudah terlihat sebelum dia masuk lapangan. Namanya mendapat reaksi negatif ketika diumumkan, kemudian kembali disambut siulan saat melakukan pemanasan.
Diego Simeone baru memasukkan Alvarez pada menit ke-66 setelah Villarreal menyamakan kedudukan 1-1. Setiap keterlibatan Alvarez di lapangan kembali diiringi reaksi negatif dari sebagian penonton.
Reaksi tersebut tidak terlepas dari saga transfer yang melibatkan Alvarez sepanjang musim panas. Pemain berusia 26 tahun itu disebut ingin meninggalkan Atletico untuk bergabung dengan Barcelona, klub yang menjadi pilihan impiannya.
Di sisi lain, Atletico Madrid tetap pada sikapnya untuk mempertahankan sang penyerang. Alvarez masih terikat kontrak hingga Juni 2030 dengan klausul pelepasan senilai €500 juta.
Situasi tersebut membuat hubungan Alvarez dengan sebagian suporter Atletico semakin tegang.
Alvarez Ditinggalkan Saat Rekan Setim Temui Suporter
Ketegangan terlihat setelah pertandingan melawan Villarreal.
Ketika para pemain Atletico berkumpul di tengah lapangan sebelum menuju tribun selatan untuk menyapa suporter, Alvarez tidak ikut bersama rekan-rekannya.
Ia justru diarahkan menuju lorong stadion dan berjalan sendirian ke ruang ganti. Menurut informasi yang diberikan, Alvarez kemudian melewati area tribun dengan kepala tertunduk ketika siulan dan teriakan suporter terdengar dari berbagai arah.
Situasi tersebut menjadi gambaran terbaru dari hubungan yang semakin sulit antara Alvarez dan pendukung Atletico.
Sebelum pertandingan dimulai, namanya sudah mendapat reaksi negatif ketika diumumkan. Ia kembali mendapat siulan saat melakukan pemanasan dan ketika masuk ke lapangan pada babak kedua.
Namun, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone kemudian menjelaskan bahwa Alvarez diarahkan untuk tidak mendekati suporter setelah pertandingan atas keputusan klub, bukan atas keinginannya sendiri.
Barcelona Jadi Tujuan Impian Alvarez
Perselisihan tersebut berawal dari keinginan Alvarez untuk meninggalkan Atletico.
Alvarez sebelumnya telah menyampaikan bahwa transfer merupakan pilihan terbaik dan ia ingin mewujudkan “mimpi”-nya. Barcelona menjadi klub yang dikaitkan sebagai tujuan utama.
Barcelona juga dilaporkan ingin merekrutnya. Namun, Atletico tidak berniat melepas pemain tersebut, terlebih kepada Barcelona. Kondisi itu membuat kedua pihak berada dalam situasi buntu menjelang penutupan bursa transfer.
Presiden Atletico Enrique Cerezo sebelumnya menegaskan Alvarez merupakan pemain penting bagi klub dan menyatakan dirinya yakin sang penyerang akan kembali mendapatkan dukungan suporter.
“Sayangnya, situasi ini tidak nyaman bagi siapa pun,” kata kiper Atletico, Jan Oblak, menggambarkan situasi yang terjadi di sekitar Alvarez.
Arsenal Menunggu Perkembangan Situasi
Saga tersebut juga membuka peluang bagi Arsenal.
BBC Sport menyebut Alvarez sebagai target transfer impian Arsenal sepanjang musim panas. Namun, ketertarikan klub London tersebut sempat berada dalam posisi pasif karena mereka mengetahui preferensi Alvarez untuk bergabung dengan Barcelona.
Arsenal kini disebut menunggu perkembangan situasi untuk melihat apakah ada peluang melakukan pendekatan sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September.
Dengan waktu yang semakin terbatas, situasi Alvarez menjadi salah satu saga transfer yang paling menarik untuk dipantau pada pekan terakhir bursa musim panas.
Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa Alvarez akan meninggalkan Atletico. Yang jelas, hasil imbang melawan Villarreal memperlihatkan bahwa persoalan transfer tersebut telah berkembang menjadi masalah hubungan antara sang pemain dan sebagian suporter.(*)












