SUMBARNOW.ID-Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, menuai pujian luas setelah mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga di Barcelona, Spanyol.
Aksi itu terjadi dalam parade bus terbuka Barcelona pada Senin waktu setempat (11/5/2026), beberapa jam setelah kemenangan 2-0 atas Real Madrid memastikan gelar juara liga Spanyol kedua secara beruntun bagi klub Catalan tersebut.
Yamal terlihat berdiri di sisi kanan bus sambil memegang dan mengibarkan bendera Palestina di hadapan ribuan pendukung Barcelona yang memadati jalan-jalan di ibu kota Catalonia.
Meski absen pada laga El Clasico karena cedera, pemain berusia 18 tahun itu tetap bergabung dalam parade perayaan bersama rekan-rekannya.
Video aksi Yamal langsung viral di media sosial dan memicu berbagai respons dari penggemar sepak bola, aktivis, penulis, hingga pemain lain. Banyak yang menyebut tindakannya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.
Al Jazeera melaporkan, mahasiswa Palestina di Gaza, Muhammed Akram, menyebut gestur Yamal memiliki makna besar bagi warga Gaza. Ia menulis bahwa aksi tersebut menyentuh hati masyarakat Palestina dengan cara yang sulit digambarkan.
Aktivis politik asal Lebanon, Dyab Abou Jahjah, juga memuji Yamal. Menurutnya, pemain muda Barcelona itu menggunakan platform besarnya untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengatakan dirinya sempat berbicara dengan Yamal terkait insiden tersebut. Flick menyebut keputusan itu sepenuhnya berada di tangan sang pemain.
“Jika kamu ingin melakukan itu, itu keputusanmu, kamu sudah cukup dewasa,” kata Flick kepada media pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat.
Setelah parade selesai, Yamal mengunggah foto dirinya bersama bendera Palestina di akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut mendapat perhatian besar dengan jutaan tanda suka dan lebih dari 100 ribu kali dibagikan.
Penulis dan penyair Palestina, Mosab Abu Toha, ikut mengomentari unggahan itu dengan menyampaikan dukungan dari Gaza.
Rekan setim Yamal di Barcelona, Marcus Rashford, serta pemain Belanda Anwar El Ghazi juga termasuk di antara ribuan komentar pada unggahan tersebut.
Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions atau BDS turut mengapresiasi aksi Yamal. Akun BDS Spanyol menyebut olahraga memiliki kekuatan untuk mengingatkan dunia pada isu yang tidak boleh dilupakan.
Pakar sepak bola Palestina, Bassil Mikdadi, menilai tindakan Yamal mencerminkan semangat asli Barcelona.
Sementara akademisi dan aktivis asal Barcelona, Neus Torbisco Casals, menyebut aksi itu sebagai bentuk solidaritas dan keberanian untuk bersuara di tengah tekanan agar tetap diam.
Yamal sebelumnya juga pernah berbicara soal rasisme dan Islamofobia di sepak bola Spanyol. Bulan lalu, ia mengecam nyanyian anti-Muslim yang terdengar dalam laga persahabatan Spanyol melawan Mesir.
Pemain berdarah Maroko tersebut menegaskan dirinya seorang Muslim dan menyebut nyanyian itu sebagai tindakan tidak menghormati serta tidak dapat diterima.
Sejauh ini, Yamal telah mencetak 30 gol dalam lebih dari 100 penampilan bersama Barcelona serta enam gol dalam 25 laga bersama tim nasional Spanyol.
Dukungan terhadap aksi Yamal terus mengalir dari Palestina. Mahasiswa Gaza, Haitham el-Masri, menyebut momen singkat itu menjadi salah satu momen paling manusiawi yang pernah disaksikannya.(*)












