SUMBARNOW.ID-Universitas Andalas (Unand) Padang memperkuat langkah strategisnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam kunjungan resmi Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., ke kampus Limau Manis, Kamis (2/4/026), kedua institusi membedah peta jalan pengelolaan universitas yang otonom dan inovatif.
Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa ITB merupakan rujukan utama dalam perjalanan transformasi Unand. Sebagai pionir status PTNBH di Indonesia, ITB dinilai memiliki pengalaman matang dalam membangun tata kelola institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kami ingin menyerap sebanyak mungkin praktik baik dari ITB. Transformasi menuju PTNBH yang kuat tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu belajar dari institusi yang telah lebih dulu berhasil,” ungkap Efa Yonnedi.
Fokus pada Karakter dan Pengalaman Nyata Mahasiswa
Dalam diskusi terfokus bersama jajaran pimpinan Unand, Rektor ITB Prof. Tatacipta menekankan bahwa fungsi universitas kini telah bergeser. Kampus tidak lagi sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan ruang strategis untuk pembentukan karakter mahasiswa.
Menurut Prof. Tatacipta, karakter mahasiswa tidak dapat dibangun secara instan. Diperlukan desain pembelajaran yang terintegrasi melalui pengalaman nyata yang terstruktur, seperti keterlibatan aktif dalam kompetisi akademik, program Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga pengabdian masyarakat. Pola inilah yang diyakini mampu membentuk kultur khas dan ketangguhan mahasiswa.
“Karakter tidak dibangun secara instan, tetapi melalui desain pembelajaran yang terintegrasi, seperti keterlibatan dalam kompetisi, Kuliah Kerja Nyata, hingga pengabdian kepada masyarakat. Di situlah kultur khas mahasiswa terbentuk,” katanya.
Target 80 Persen Mahasiswa Program Fast-Track
Menariknya, Prof. Tatacipta memaparkan arah strategis ITB yang dapat menjadi referensi bagi Unand dalam meningkatkan kualitas lulusan. Salah satu target ambisiusnya adalah mendorong hingga 80 persen mahasiswa untuk mengikuti program fast-track. Program ini dirancang untuk percepatan studi sekaligus peningkatan kualifikasi akademik lulusan secara efisien.
Selain fokus pada mahasiswa, ITB juga terus memperkuat budaya riset di tingkat dosen. Para pengajar diarahkan untuk lebih intensif melakukan penelitian dan publikasi bereputasi global, guna meningkatkan daya saing institusi di kancah internasional.
Kolaborasi Strategis dan Jejaring Riset Nasional
Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya jejaring riset antarperguruan tinggi. Kolaborasi strategis diyakini menjadi kunci utama agar universitas mampu menjawab tantangan global yang semakin dinamis.
Bagi Unand, sinergi ini merupakan titik tolak untuk melakukan lompatan strategis dalam mengoptimalkan status PTNBH. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari ITB dan memperkuat identitas institusi, Unand berkomitmen memberikan dampak yang lebih nyata bagi pembangunan bangsa.(*)












