SUMBARNOW.ID-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak lebih banyak negara menerima pasien dari Gaza yang dilanda perang serta meminta Israel membuka koridor evakuasi medis menuju Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Seruan itu disampaikan, Kamis (6/5/2025), di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza, di mana ribuan korban perang membutuhkan perawatan medis mendesak.
WHO mencatat sejak Oktober 2023, lembaga tersebut telah membantu mengevakuasi 8.006 pasien ke luar Gaza, sementara lebih dari 16.500 pasien lainnya masih menunggu izin untuk keluar dan menjalani pengobatan.
Namun, akses kemanusiaan tetap sangat terbatas. Hanya sekitar 100 truk bantuan yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza setiap hari — jumlah yang disebut “sangat tidak mencukupi”. Sejumlah lembaga kemanusiaan melaporkan mereka terhalang secara efektif oleh otoritas Israel dalam upaya distribusi bantuan di lapangan.
Di Al-Mawasi, korban luka dan warga sipil menunggu di rumah sakit lapangan milik Palestine Red Crescent Society, yang menjadi salah satu titik evakuasi medis ke luar negeri.
Salah satu korban adalah Dima, gadis Palestina yang selamat dari serangan udara Israel yang menghancurkan rumahnya. Bibi Dima, Amal Aziz, mengatakan 23 anggota keluarga, termasuk ibu dan empat saudara kandung Dima, tewas dalam serangan tersebut.
“Delapan jam setelah serangan, Dima ditemukan di bawah reruntuhan dalam kondisi koma berat dan lumpuh di kedua kakinya,” kata Aziz, dilansir dari Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa setahun kemudian, Dima juga kehilangan ayahnya. Kini, Dima menjadi satu-satunya penyintas dalam keluarganya.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan telah melihat salinan draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang beredar oleh Amerika Serikat. Draf tersebut memuat rincian tentang pembentukan “Dewan Perdamaian” dan pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza sebagai bagian dari implementasi gencatan senjata.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Hamas telah membebaskan 20 tawanan asal Israel hidup-hidup dan menyerahkan jenazah 22 dari 28 orang yang tewas di Gaza.
Menurut data resmi otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 68.875 warga Palestina tewas dan 170.679 lainnya terluka sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Sementara itu, di pihak Israel, 1.139 orang tewas dan sekitar 200 orang diculik dalam serangan yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023.
WHO menegaskan, tanpa akses evakuasi medis dan bantuan kemanusiaan yang memadai, ribuan warga Gaza berisiko kehilangan nyawa akibat luka dan kondisi kesehatan yang tak tertangani.(*)












