WHO Ungkap Fasilitas Kesehatan dan Pabrik Farmasi di Teheran Hancur Akibat Serangan

SUMBARNOW.ID-Konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran berdampak pada rusaknya fasilitas kesehatan dan industri farmasi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melaporkan terjadinya sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan di Teheran dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang dirilis di media sosialnya, Jumat (3/4/2026), Tedros menyebut serangan-serangan tersebut mengganggu layanan kesehatan yang krusial bagi masyarakat.

Menurut Tedros, salah satu fasilitas yang terdampak paling parah adalah Pasteur Institute of Iran. Lembaga yang berdiri sejak 1920 itu mengalami kerusakan signifikan hingga tidak dapat melanjutkan layanan kesehatan.

“Institut ini telah beroperasi lebih dari satu abad di berbagai bidang riset medis dan berperan penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat, termasuk saat kondisi darurat. Dua departemen di lembaga tersebut juga berstatus sebagai pusat kolaborasi WHO,” kata Tedros.

Fasilitas Medis Lain Juga Terdampak

Selain Pasteur Institute, dua fasilitas kesehatan lainnya di Teheran turut mengalami kerusakan.
Delaram Sina Psychiatric Hospital mengalami kerusakan berat akibat serangan pada 29 Maret.

Kemudian, Tofigh Daru—pabrik farmasi yang memproduksi obat untuk pengobatan kanker dan multiple sclerosis—juga rusak akibat serangan lain pada 31 Maret.

Dalam laporan ini, WHO memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari ketiga insiden tersebut.

WHO: Lebih dari 20 Serangan Terverifikasi Sejak 1 Maret

Sejak 1 Maret, WHO telah memverifikasi lebih dari 20 serangan terhadap sektor kesehatan di Iran.

Serangan-serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan kematian, termasuk seorang tenaga kesehatan penyakit menular dan seorang anggota Iranian Red Crescent Society.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan juga terjadi di luar Teheran. Pada 21 Maret, sebuah ledakan di dekat Imam Ali Hospital di Andimeshk, Provinsi Khuzestan, memaksa evakuasi seluruh fasilitas dan penghentian layanan medis.

Konflik Mengancam Keselamatan Tenaga Medis dan Pasien

Tedros menegaskan bahwa konflik yang berlangsung di Iran dan kawasan sekitarnya telah berdampak langsung pada layanan kesehatan serta keselamatan tenaga medis, pasien, dan warga sipil yang berada di fasilitas kesehatan. Ia menutup pernyataannya dengan pesan kuat: Peace is the best medicine.”(*).

TERPOPULER