SUMBARNOW.ID-Target harga emas 2026 direvisi naik oleh Wells Fargo Investment Institute (WFII) ke kisaran USD 6.100–USD 6.300 per ons, meningkat signifikan dari proyeksi sebelumnya. Revisi ini disampaikan dalam catatan resmi pada Rabu, 4 Februari, dengan alasan utama ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek serta berlanjutnya permintaan dari bank sentral.
Dikutip dari Reuters, sebelumnya WFII memproyeksikan harga emas akhir 2026 berada di rentang USD 4.500–USD 4.700 per ons. Kenaikan target ini menandai perubahan pandangan yang tajam terhadap prospek logam mulia di tengah dinamika kebijakan moneter global dan pergerakan pasar keuangan.
Mengapa Wells Fargo Menaikkan Target Harga Emas 2026?
WFII menyebut prospek suku bunga jangka pendek yang lebih rendah sebagai faktor utama di balik kenaikan target harga emas. Selain itu, emas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap potensi kejutan kebijakan yang dapat terjadi ke depan.
Dalam catatannya, WFII menyatakan bahwa kombinasi kondisi tersebut berpotensi mendorong pembelian lanjutan oleh bank sentral, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama permintaan emas global. Faktor ini dinilai relevan dalam membentuk tren harga emas hingga akhir 2026.
Bagaimana Posisi Harga Emas Saat Ini?
Harga emas spot saat ini diperdagangkan di sekitar USD 4.920 per ons. Angka tersebut tercapai setelah emas menyentuh rekor tertinggi USD 5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah mencatatkan kenaikan sekitar 14%, melanjutkan lonjakan lebih dari 64% sepanjang tahun sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang tinggi di pasar logam mulia, seiring respons investor terhadap perubahan kebijakan dan sentimen global.
Bagaimana Peran Bank Sentral dalam Permintaan Emas?
WFII mencatat bahwa meskipun pembelian emas oleh bank sentral melambat pada 2025, minat dari investor ritel justru meningkat secara signifikan. Lonjakan pembelian ritel terutama terlihat melalui produk exchange-traded funds (ETF) berbasis emas.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran sumber permintaan, meskipun bank sentral tetap dipandang sebagai aktor penting dalam menopang harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Apa Risiko dari Lonjakan Pembelian Investor Ritel?
WFII menyampaikan bahwa secara historis, investor ritel sering kali mencakup spekulan yang cenderung bereaksi cepat terhadap berita. Hal ini dapat memicu volatilitas harga yang tajam dalam waktu singkat.
Sebagai contoh, harga emas spot sempat anjlok 9% dalam satu sesi pada 30 Januari setelah muncul berita terkait pencalonan ketua Federal Reserve Amerika Serikat. Peristiwa tersebut menunjukkan sensitivitas harga emas terhadap perubahan persepsi kebijakan moneter.
Bagaimana Proyeksi Harga Emas dari Bank Investasi Lain?
Selain Wells Fargo, sejumlah lembaga keuangan global juga merilis proyeksi harga emas hingga 2026. Berdasarkan data terbaru, kisaran target yang disampaikan analis cukup bervariasi.
Beberapa proyeksi utama antara lain:
- J.P. Morgan memperkirakan harga emas dapat mencapai USD 6.300 per ons pada kuartal IV 2026.
- UBS menaikkan target harga emas menjadi USD 6.200 per ons untuk periode Maret, Juni, dan September 2026.
- Deutsche Bank menargetkan harga emas USD 6.000 per ons pada 2026, dari proyeksi sebelumnya USD 5.500.
- Societe Generale memperkirakan emas mencapai USD 6.000 per ons pada akhir 2026.
- Morgan Stanley memproyeksikan harga dasar USD 4.600 per ons, dengan skenario bullish di USD 5.700 pada paruh kedua 2026.
- Goldman Sachs menargetkan USD 5.400 per ons pada Desember 2026.
- Citi Research menaikkan target jangka pendek 0–3 bulan menjadi USD 5.000 per ons.
- HSBC memproyeksikan harga emas USD 4.450 per ons pada akhir 2026.
- ANZ memperkirakan USD 4.400 per ons pada akhir 2026 dan USD 4.600 pada Juni 2026.
- Commerzbank memproyeksikan harga emas USD 4.800 per ons pada pertengahan 2026.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan, sebagian besar analis melihat harga emas tetap berada di level tinggi dalam dua tahun ke depan.
Apa yang Terjadi di Pasar Keuangan Global pada 4 Februari?
Pada hari yang sama, indeks saham global MSCI tercatat melemah, dengan saham teknologi memimpin penurunan di Wall Street. Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury sempat melemah menyusul laporan ketenagakerjaan ADP yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta lebih lambat dari perkiraan pada Januari.
Laporan tersebut mencatat kenaikan 22.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 48.000. Namun, pelaku pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve baru akan terjadi pada Juni, menurut CME Group FedWatch Tool.
Mengapa Proyeksi Harga Emas Penting bagi Publik?
Kenaikan target harga emas oleh lembaga keuangan besar mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter, stabilitas pasar, dan strategi lindung nilai. Informasi ini relevan bagi pelaku pasar, investor, dan pembuat kebijakan yang memantau pergerakan aset safe haven di tengah volatilitas global.
Dengan kisaran proyeksi yang semakin tinggi hingga 2026, emas tetap menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan dalam lanskap keuangan internasional.(*)












